Tampilkan postingan dengan label Motivator Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Muslimah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 27 April 2018

_Queen Of The Heart_




Muslimah . . .
Kau adalah ratu dalam hatimu, kaulah yang menentukan kemana hatimu harus berlabuh, kau jaga sepenuhnya agar ia tak mudah untuk jatuh hati pada siapapun. Ada yang berharga dan yang lebih bernilai untuk mendapatkan hatimu seutuhnya...

Minggu, 05 November 2017

REMEMBER



Sahabat muslimah....
Pernahkah  kita merasakan semua rencana yang telah kita susun gagal berantakan?
Pernahkah kita merasakan  semua angan-angan yang kita bayangkan pecah berkeping-keping?
Pernahkah kita merasakan saat hati kita mulai tertata harus hancur seketika?
Pernahkah kita merasakan ketika kita jatuh terpuruk dan tak bisa bangkit lagi?
Pernahkah kita merasakan saat kebahagiaan yang kita rasakan dirusak oleh orang lain?
Pernahkah.. dan pernahkah.. itulah pertanyaan-pertanyaan yang memang menyakitkan untuk diungkapkan dan diingat-ingat lagi...
Sahabat muslimah...
keperihan, kesedihan, dan kegagalan yang pernah kita alami itulah yang kelak akan menjadikan diri kita sebenarnya.
Ya, karena kegetiran dalam menjalankan kehidupan itulah kehidupan yang sesungguhnya.
Lingkungan dan teman-teman disekitar kita mengajari kita untuk berjiwa besar, yang mampu mengahadapi arus dan tantangan dalam kehidupan.
Namun.. tenanglah.. Allah akan tetap menjajikan kemudahan di setiap kesukaran, jua senyuman di setiap tetesan air mata....

Sabtu, 04 November 2017

BE A PERFECT MUSLIMAH !



Menjadi muslimah yang sempurna adalah sebuah cita-cita, sebab hari ini banyak orang yang mengaku muslimah namun belum sempurna kemuslimahannya. Entah dalam hal berpakaian, bertutur dan bersikap dan hal-hal lainnya yang berkaitan dengan muslimah...
          Memang, menjalankan syari’at Allah itu butuh keteguhan dan keistiqomahan.. tapi disitulah letak kesungguhan seorang muslimah dalam menjalankan prinsip agamanya.
Ingatlah wahai muslimah... jangan sekali-kali tergoda oleh bisikan-bisikan telinga kirimu, sebab ia berusaha menjauhkanmu dan menjatuhkan kemuliaanmu sebagai seorang muslimah yang sempurna.
          Menjadi Muslimah yang sempurna, bukan berarti  harus perfect segalanya, namun menjadi muslimah yang sempurna adalah bagaimana ia memegang teguh prinsip agama kapanpun dan dimanapun ia berada.
Ia tak akan pernah  malu mensyi’arkan agamanya, meskipun cibiran selalu didengungkan dari kanan kirinya.
          Memang berat untuk dilalui, memang sangat sukar untuk dipertahankan.. terlebih tidak ada dukungan dari keluarga maupun lingkungan sekalipun...
Namun itulah sosok muslimah yang sempurna... sempurna dengan balutan hijab syar’i nya yang jauh dari fitnah bagi kaum lelaki. Ketawadhu’annya menjadikan ia semakin mulia, kerendahan hatinya semakin di segani..
          Begitulah sosok muslimah yang sempurna.. ia akan selalu menginspirasi dan memotivasi banyak orang dengan keteguhan prinsip yang ia pegang...

Selasa, 17 Oktober 2017

CAHAYA-NYA TAK AKAN DIBERIKAN KEPADA AHLI MAKSIAT


                 Sahabat muslimah.... betapa dahsyatnya pengaruh maksiat bagi hati. Ia akan senantiasa mengotori dan mengeruhkannya. Yang tadinya ceraha bersinar menjadi redup dan suram. Hati adalah raja, sedangkan anggota tubuh lainnya adalah prajuritnya. Apabila rajanya rusak maka dapat dipastikan prajuritnya pun akan ikut rusak. Hati merupakan organ vital bagi manusia, ia juga mempunyai pengaruh yang kuat bagi fikiran. Oleh karenanya ia harus benar-benar dijaga dari hal-hal yang dapat merusaknya. Ibarat raja, ia pasti memiliki prajurit-prajurit yang siap melindunginya, yaitu melindungi jasmaninya maupun ruhaninya. Karena kedua-duanya sangat penting untuk diperhatikan.
            Sahabat muslimah... dalam perjalanan menuntut ilmu selalu saja ada godaan dan cobaan di sepanjang jalannya. Dan hal itulah yang akan membentuk karakter kita dan memperkuatnya. Adanya cobaan berarti membantu kita untuk menhetahui sejauh mana posisi kita, dan ada di level berapakah keimanan kita. Bisa sahabat bayangkan jika hidup ini sebagaimana yang kita inginkan pasti tidak ada peningkatan dalam hidup. karena sifat manusia menginginkan kemudahan dan kenyamanan.
            Sahabat muslimah... ilmu Allah adalah mulia, dan Allah mensifati ilmu itu dengan cahaya. Mengapa cahaya? Sebab cahaya adalah pelita dan petunjuk bagi orang-orang yang berada di gelapnya kebodohan. Cahaya akan menyinari hatinya, juga orang-orang yang berada di sekitarnya. Dan cahaya itu tidak akan masuk ke dalam hati yang penuh dengan dosa-dosa maksiat. Karena begitu mulianya cahaya Allah dan hanya orang-orang yang muliayang tersinari oleh cahaya-Nya.
            Sahabat muslimah... ketika seorang penuntut ilmu itu bermaksiat, maka hatinya akan tertutup oleh gelapnya dosa yang menyebabkan cahaya Allah tidak dapat masuk ke dalam hatinya. Apabila ilmu itu tidak masuk ke dalam hatinya dan hanya masuk sampai di otaknya saja, maka tunggulah kehancurannya. Sebab, hadirnya orang-orang yang memiliki ilmu namun tidak masuk ke hatinya sehingga tidak teraplikasikan ke dalam kehidupan yang nyata berupa akhlaq dan adab, sudah dapat dipastikan perlahan-lahan dunia ini akan mengalami kerusakan yang dahsyat. Sebagai contoh real hari ini, revolsi Suriah hasil buah karya para pemilik ilmu namun krisis akhlaq. Dan ilmu itu hanya sampai diotaknya kemudian di aplikasikan untuk membuat kehancuran di muka bumi ini.
            Sahabat muslimah.... lihatlah! Berapa banyak manusia yang menuai kerusakan yang dilakukan oleh para pemilik ilmu yang tak bermoral... berapa banyak bumi yang hancur oleh ulah-ulah konyol mereka dan permusuhan yang selalu mereka hembus-hembuskan. Itulah mengapa cahaya Allah tidak akan pernah diberikan kepada ahli maksiat. Ingat sahabat.. ilmu itu belum tentu cahaya.. namun setiap cahaya adalah imu yang barakah.
            Sabahat muslimah... betapa mahal dan berharganya cahaya Allah... ia tidak dapat ditebus oleh apapun itu kecuali kepada para pemilik ilmu yang senantiasa membarsihkan jiwanya dan bermanfaat bagi sesamanya. Ilmu itu bukanlah untuk saling membangga-banggakan diri satu sama lain..apalagi sampai merugikan orang lain. Sungguh ironis melihatnya.. apabila ilmu yang didapatkannya hanya menjadikan pribadi mereka brutal dan sia-sia di dunia dan akhirat. Hatinya akan semakin tertutup rapat sehingga cahaya-Nya  tidak dapat menelusup apalagi tembus ke dalam hatinya, hatinya perlahan-lahan menggelap menjadi hitam pekat kemudian mengeras. Na’udzubillahi minn dzaalik

Tetap intropeksi diri Sahabat muslimah! (Hasna Amatillah)

Minggu, 15 Oktober 2017

Be Your Self is Choice

     Ada sebuah kata-kata penyemangat jiwa yang tertuang dalam mahfudzot. Kata-kata yang mengukuhkan cita-cita dan pembangkit semangat untuk meraihnya. Tak peduli apa perkataan orang mengenai diri kita. Biarlah anjing menggonggong, tapi kafilah akan tetap berlalu. Kata-katanya seperti ini:
الإعتماد على النّفس أساس النّجاح
“ Bersandar pada diri sendiri merupakan asas (landasan) KESUKSESAN”
            Sebait kata yang tertuang begitu indah dirasa, begitu berbobot dalam makna. Kala diri ini mendapatkan statement-statement yang mengguncang cita-cita dan masa depan. Hanya kata-kata inilah yang dapat mengokohkan pendirian dan memantapkan hati untuk menentukan pilihan masa depan.
            Sahabat muslimah.... kita terlahir memiliki potensi yang Allah amanahkan pada setiap kita masing-masing. Dan potensi itu Allah buat berbeda antara satu sama lain. Karena ini merupakan seni kehidupan yang menyimpan jutaan keindahan yang sungguh sangat menakjubkan. Ya, kita pantas bersandar pada diri sendiri, karena kitalah yang paling bertanggung jawab atas pilihan yang kita pilih. Oleh karena itu Allah Yang Maha Pengasih  memberikan kita fasilitas berupa perangkat vital yang ada pada diri manusia untuk menjalankan misi kehidupannya. Dan perangkat itu berupa pendengaran, penglihatan dan hati. Perangkat-perangkat inilah yang harus kita jaga dengan sebaik-baiknya. Dan harus kita rawat dan senantiasa diperhatikan agar selalu berada dalam kebaikan.  Jangan sampai Allah Ta’ala mengembilnya kembali sebelum kita menggunakannya dengan sebaik-baiknya.
            Sahabat muslimah.... pertanda keburukan pada menimpa diri kita di karenakan kelalaian yang kita lakukan. Ya, kita melalaikan  fasilitas-fasilitas terbaik dan gratis yang Allah berikan, yang mana hal itu tidak menjadikan diri kita lebih meningkatkan kualitas diri untuk lebih produktif lagi dan memberikan kemanfaatan kepada sesama. Jika kesuksesan kita ibaratkan seperti sebuah bangunan, maka yakin dan percaya pada diri sandiri adalah pondasinya.
Sahabat muslimah.... Sekali lagi perlu kita sadari semegah apapun bengunannya, secantik apapun warna catnya, namun jika pondasinya saja rapuh bahkan roboh dan hancur, maka tak akan ada lagi keindahan yang tersisa pada bangunan tersebut. itulah mengapa betapa pentingnya bersandar pada diri sendiri, tidak tergoyahkan oleh ucapan orang lain yang menjadikan kita patah semangat dalam menggampai cita.
Sahabat muslimah... segagah apapun diri kita menghadapi masalah, kita akan selalu butuh sandaran yang memberikan kita kekuatan dalam menjalani hidup kita. Karena kita makhluk yang dicipta oleh pencipta. Dan tanpa-Nya kita tak akan hidup. ya, tanpa Allah kita tak berarti apa-apa, tanpa Allah kita ini tiada.... tapi tanpa kita Allah akan tetap ada.
Sahabat muslimah.... sudah saatnya kita percaya diri akan potensi yang kita miliki. Karena sekecil apapun potensi yang kita miliki (sebenarnya tidak ada potensi yang kecil, hanya saja kita yang memandangnya kecil) jika kita mau menginvest-kannya kepada sesama terlebih untuk Islam, maka itu akan menjadi sebuah persembahan yang luar biasa. Kita harus yakin bahwa potensi itu akan selalu memberikan kemanfaatan  minimal bagi kehidupan kita. Yakinlah ..! Allah menciptakan segala sesuatu ada maksud dan tujuannya. Sebagaimana dalam Firman-Nya :
$tB $oYø)n=yz ÏNºuq»yJ¡¡9$# uÚö‘F{$#ur $tBur !$yJßgoYøŠt/ žwÎ) Èd,ysø9$$Î/ 9@y_r&ur ‘wK|¡•B 4
“ Kami tiada menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan dalam waktu yang ditentukan..” ( QS. Al-Ahqaf : 3)
            Dalam tafsir Ibnu Katsir disebutkan tentang ayat ini; maksudnya, tidak untuk suatu hal yang sia-sia dan bathil. Jadi... sahabat muslimah sudah fahamkan? Tinggal bagaimana cara kita mengolahnya saja.
            Jadi...  bersandar pada diri sandiri bukan berarti mutlak pada diri sendiri saja,  hal ini secara dhohir saja. namun, secara batin kita harus senantiasa bersandar kepada As-Shomad. Karena kita tidak tahu pilihan mana yang terbaik buat kita. Selalu sandarkanlah pada Allah Azza wa Jalla.  
            Coba kita simak nasihat Syeikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah yang menyentuh hati :
“ Janganlah engkau bersandar kepada kecerdasanmu atau banyaknya ilmumu. Namun, hendaknya engkau senantiasa bersandar hanya kepada Allah Azza Wa Jalla. Dan teruslah untuk meminta kepada Allah agar memberimu hidayah, tatkala manusia berselisih dari Al-Haq.” _ Syarh Ushul Tafsir : 287_
            Tetaplah semangat sahabat muslimah.... mari kita bersama-sama membangun kembali jiwa kita yang telah lama luntur dari kepribadian kita... ( Hasna Amatillah )

Wallahu A’lam bishshowab 

Minggu, 17 September 2017

MERENUNG SEJENAK




            Sahabat muslimah…. Terkadang kita acuh tak acuh untuk mempedulikan orang-orang di sekitar kita. Padahal sejatinya ada banyak pelajaran berharga yang kelak akan kita dapatkan dari mereka . Setidaknya sebuah pengalaman berharga, karena pengalaman itu sendiri adalah hal yang tak ternilai harganya. Dan kita tidak akan pernah mendapatkannya kecuali dari orang yang pernah mengalaminya.
            Sahabat muslimah….. Di saat kita sedang berinteraksi dengan orang lain pun, kita dapat melihat banyaknya kelebihan yang Allah ciptakan anugerahkan untuknya. Dan jiwa ini akan merasa rendah dan kerdil, karena ternyata diri ini begitu jauh dari kesempurnaan dan penuh dengan kekurangan.
            Sahabat muslimah....Allah menetapkan kekurangan pada diri kita masing-masing agar kita mau belajar dan terus memperbaiki kecacatan yang ada pada diri ini. Allah jua memberikan kita kelebihan agar kita berlaku amanah terhadapnya dengan cara saling memberikan kemanfaatan bagi sesama. Tidak dapat di bayangkan jika semua orang Allah ciptakan sempurna, tidak ada indahnya dalam hidup ini. Hidup akan terasa hambar karena tidak ada yang harus diperbaiki dan disempurnakan antar sesama. Keindahan hidup adalah kita saling menyempunakan satu sama lain, saling menutupi kekurangan yang di miliki dengan kelebihan yang di miliki orang lain.
            Sahabat muslimah....Kekurangan dan kelebihan yang Allah ciptakan pada manusia merupakan seni kehidupan. Karena dengan adanya hal itu, akan terciptalah sebuah kompetesi untuk sama-sama meraih kebaikan dan sama-sama ingin mempersembahkan hal yang terbaik. Bukan untuk saling sombong, namun untuk meraih nilai plus di sisi Allah Ta’ala. Itulah seni Ar-Rahman, yang menjadikan hidup ini bukan sekedar hidup. Tapi menjadikan hidup ini terasa indah juga penuh makna. Inilah episode kehidupan manusia yang menjadikan hidup ini lebih berharga dan menjadikan alam semesta ini lebih berwarna. Karena roda kehidupan akan terus menerus berputar pada porosnya, yang menjadikan seseorang yang posisinya berada di atas, dengan serta merta kelak ia akan menduduki posisi di pertengahan maupun di bawah roda kehidupan. Tinggal bagaimana kita ingin memposisikan diri kita, pilihan ada di tangan kita masing-masing. Dan setiap pilihan yang kita pilih mempunyai konsekuensinya masing-masing. Berani memilih, berarti berani bertanggung jawab atas konsekuensi sebuah pilihan. Lagi-lagi itulah seni Ar-Rahman, yang begitu mengagumkan bagi orang-orang yang senantiasa bertafakkur di setipa kejadian-kejadian yang ada di dunia ini. tetap Tafakkur sahabat Muslimah..! _Wallahu’alam­_

_Resolusi_

     Menjelang akhir tahun ini setiap orang pasti memiliki resolusi, ya memang resolusi ini dianggap penting apalagi pada moment-moment saat...