Jumat, 03 Februari 2017

SIMFONI INDAH BERSAMA SAHABAT KECILKU





SAHABAT KECILKU..
Betapa indahnya ukhuwah ini jika dilandaskan berdasarkan cinta illahi..
Kita akan merajut asa dengan cinta-Nya..
Abaikan kekurangan dalam diri kita masing-masing..
Karena kita bukanlah makhluk yang Allah ciptakan sempurna..
Tapi kita diciptakan untuk saling menyempurnakan satu sama lain..
SAHABAT KECILKU..
Kini aku teringat akan simfoni-simponi indah tentang masa SD dulu..
Tentang pertengkaran kecil kita.. tentang sebuah amarah..
Tentang ejekan-ejakan kecil diantara kita dulu.. ah betapa lucunya kita saat kita dulu..
Yang belum mengerti akan indahnya persahabatan..
Indahnya ukhuwah karena Allah SWT ..
SAHABAT KECILKU....
Betapa Allah memuliakan Hamba-Nya yang senantiasa berkasih sayang sesama makhluknya..
Betapa Allah meninggikan derajat orang yang saling mencintai satu sama lain..
 SAHABAT KECILKU....
Meskipun sekarang kita berjauhan....
Tapi.. aku merasa kita selalu dekat.. karena kita sama-sama berpijak dibumi Allah SWT... dan masih di bawah kolong langit yang sama...
Meskipun mungkin kamu melupakan aku....
Tapi aku tidak akan pernah melupakan semua kebaikan-kebaikanmu..
Bagaimana aku bisa melupakan kebaikan-kebaikanmu ??
Karena dulu.... setelah pulang sekolah selalu berkunjung kerumahmu..
Aku makan siang dirumahmu.. mencicipi masakan lezat ibumu..
Dan masih banyak lagi kebaikan-kebaikanmu dulu..
Sungguh.. aku berhutang budi padamu..
Sekarang hanya sebuah do’a yang bisa aku lantunkan untukmu..
Sebagai balasan atas kebaikanmu dulu..

                                                                Untukmu yang bernama SAHABAT KECILKU
“ SALAM UKHUWAH FILLAH”


GURU, PROFESI YANG MULIA




Islam selalu memuliakan profesi apapun itu, asalkan masih dalam koridor syari’at. Salah satunya adalah menjadi guru.  Betapa mulianya profesi ini, menjadi guru yang dirindu, dan mejadi sang pelopor kebaikan, yang akan senantiasa dikenang dan dimuliakan oleh peserta didiknya, sebagaimana yang tercantum dalam hadits :
خيركم من تعلم القران و علمه
“Orang terbaik kalian adalah yang mempelajari al Qur’an serta mengajarkannya”
 menjadi guru sebagai pelopor kebaikan tidaklah mudah, karena harus menjadi qudwah dihadapan anak muridnya. Tapi buah dari kepahitan itu akan terasa manis dirasa kelak diakhirat, pahalapun akan senantiasa mengalir. Sebagaimana dalam sabdanya:
 مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).
 Guru merupakan pahlawan sepanjang waktu, tapi bukan berarti setiap waktu harus diingat atau diperingati pada waktu-waktu tertentu. Coba kita renungkan keadaan kita saat ini,  bukankah diri kita saat ini merupakan salah satu hasil didikan guru-guru kita dahulu??
            Lewat gurulah Allah SWT memberikan ilmu-Nya kepada kita berupa pengetahuan maupun keterampilan,  Guru bagaikan pelita ditengah gelap gulita, penguat hati ditengah gersangnya jiwa serta sebagai lambang keagungan orang yang berilmu.(Hasna Amatillah)






ZUBAIDAH BINTI JA’FAR





Permainsuri  sekaligus ibu dari seorang khalifah
Sobat ... kali ini saya ingin mengajak para pembaca sekalian memasuki sebuah dimensi waktu,  yang kala itu peradaban islam berkembang begitu pesat. Mulai dari peradaban ilmu dan manusia hingga arsitektur bangunan yang lebih modern. Ya..dimensi itu berada pada dinasti Abbasiyah, yang mana pada zaman itu banyak sekali wanita-wanita hebat yang menyumbangkan ide-ide cemerlangnya untuk peradaban dunia.
Diantara wanita-wanita agung  yang tidak terekam jejaknya dalam lembaran-lembaran sejarah adalah  Zubaidah Bin Ja’far, Permainsuri agung khalifah Harun Ar-Rasyid, juga seorang ibu dari khalifah Al-Amin Bin Harun Ar-Rasyid. Beliau biasa dipanggil Ummu Fadhl.  Nama asli beliau  adalah  Amatul Aziz binti Ja’far bin Abi Ja’far al Manshur, terlahir dari keturunan bangsawan Quraisy.
Para putri-putri bangsawan Quraisy dari Bani Hasyim tidak melahirkan keturunan,  melainkan kelak menjadi seorang khalifah sebagaimana Zubaidah yang agung ini. Begitu pula dengan putri-putri bangsawan Quraisy lainnya,  seperti Fathimah Binti Asad yang melahirkan seorang Ali Bin Abi Thalib, juga Fathimah Binti Rosulullah SAW yang lahir darinya Hasan Bin Ali.
Ibnu Katsir Bercerita tentangnya: “ Permainsuri Zubaidah adalah seorang yang ‘Alim dan Faqih.  Ibnu Kholikan  Sang sejarahwan juga tak kalah menuturkan: “ Bahwasanya permainsuri Zubaidah memiliki dayang-dayang yang seluruhnya hafal Al-Qur’an, yang mana mereka melantunkan Al-Qur’an dengan merdu bagaikan suara lebah. Dan alunan suara merdu tersebut terdengar hingga ke seluruh seantero istana. Dan lebih hebatnya lagi setiap dayang-dayangnya mampu menyelesaikan sepersepuluh dari Al-Qur’an.” Maha besar Allah sebaik-baik pencipta makhluk-Nya.
Permainsuri anggun ini juga terkenal sebagai orang yang paling dermawan dalam menginfakkan hartanya di jalan Allah,  khususnya dalam penghormatan dan  pengkhidmatannya kepada Baitullah,  ia tak segan-segan  membelanjakan harta pribadinya dan menghabiskan banyak sekali harta yang tak terhingga jumlahnya.
  Salah satu episode didalam kisah-kisah luar biasa yang tak kalah pentingnya, yaitu Permainsuri ini membuat saluran mata air yang mengalir dari bukit Arafah, Mina dan Makkah untuk para Jama’ah haji  yang akan memenuhi panggilan-Nya. Dan dikisahkan pula,  jika wakilnya hadir memberikan laporan catatan pengeluaran anggaran kepadanya, dengan berkata: “ lapor! hari ini harta yang habis untuk dibelanjakan sebanyak 400.000 dirham dan sekian. Lalu apa jawaban beliau? Apakah beliau menyesal telah membelanjakan seluruh supervisi pribadinya untuk berkhidmat kepada baitullah ? mari kita simak  jawaban permainsuri agung khalifah ini : “ Apa yang kau inginkan dari laporan ini, kecuali sebenarnya kau telah merendahkanku, dan membuatku agar menyesal karenanya, serta hal itu merupakan tipu dayamu untuk menghalang-menghalangi aku dari kebaikan, pergilah! dan selesaikanlah pekerjaanmu meskipun sebenarnya kau tidak sanggup melakukannya”. Subhanallah... betapa menakjubkannya jawaban yang dilontarkan dari lisan yang mulia ini, betapa besar jiwanya yang muncul dari lubuk hatinya.
             Tak hanya sampai disitu, Permainsuri Zubaidah Rahimahullah  juga mengkonstribusikan seluruh hartanya untuk merenovasi Baitullah.  Beliau juga  memberikan perhatian khusus bagi pelayanannya dengan menyedekahkan budak-budaknya sebagai pelayan Baitullah.  Dengan harapan  apa yang beliau lakukan terus menerus memberikan kamanfaatan bagi manusia serta mengharapkan  pahala yang tidak akan pernah terputus hingga dipenghujung usianya.  Maka kebaikan apalagi yang tidak dicapai oleh permainsuri hebat nan cerdas ini?  Sungguh! Beliau  telah  melakukan transaksi begitu murahnya dengan Allah,  dengan harapan agar mendapatkan ganjaran pahala dari-Nya yang mana ganjaran tersebut lebih agung dibandingkan dunia beserta isinya..
 Akhwati fiellah...apakah diantara kita ada yang terbetik hatinya untuk malakukan amalan seperti Permainsuri agung ini? Yang melakukan transaksi begitu murahnya dengan Allah Ta’ala?  Subhanallah... permainsuri cerdas  ini ternyata termotivasi dan mendahului kita dalam mengamalkan Firman Allah Ta’ala yang berbunyi:
Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran Tinggi yang disiram oleh hujan lebat, Maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. jika hujan lebat tidak menyiraminya, Maka hujan gerimis (pun memadai). dan Allah Maha melihat apa yang kamu perbuat.” (QS Al-Baqarah: 265)
            Akhwati fillah...ternyata Allah Ta’ala sangat rindu untuk bertemu dengannya, Permainsuri dermawan ini  dipanggil keharibaan-Nya pada tahun 216 H di Negri seribu satu malam, kota Baghdad. Sungguh.. alangkah barakah usianya yang ia habiskan untuk mendistribusikan kemanfaat bagi setiap manusia. Semoga Allah menciptakan kembali pada zaman ini sesosok wanita yang luar biasa seperti Zubaidah. Aamiiin......

Kamis, 02 Februari 2017

Hidup Adalah Pengulangan Sejarah




Hidup ini adalah pengulangan sejarah, kira-kira begitu kata dosenku. Memang benar sejarah menjadi cerminan dan timbangan kita dalam memandang dan menatap masa depan. Karena sejarah ibarat kaca yang menjadi cerminan  bagi masing-masing pribadi, dan kita sendiri yang menentukan akan menjadi peran apa dan seperti siapa. Apakah seperti Abu Bakar ash-Shiddiq Sang Pelopor Kebaikan ? atau seperti Umar Bin Khottob Sang Pembeda antara yang Hak dan Batil yang menyingkapkan kekelabuan? Ataukah Setangguh panglima Khalid Bin Walid dalam kancah perang? Ataukah  secerdas Imam Syafi’i yang jika melihat lembar sebelumnya maka lembar setelahnya telah hafal?  lalu sekarang  bagaimana dengan kita? Apakah kita ingin mempunyai peran seperti mereka dalam sejarah? ataukah menjadi manusia yang tidak pernah dikenal oleh sejarah?  Semuanya kembali pada diri kita masing-masing.   Kita dapat menimbang dan memutuskan arah kehidupan kita lewat sejarah.  Karena  isi kandungan Al-Qur’an  paling banyak mengandung cerita-cerita masa lalu yang merupakan sejarah bagi orang-orang setelahnya.
Sejarah juga bisa manjadi tolak ukur keberhasilan suatu bangsa.  Tidakkah kita ingat ucapan emas Imam Malik Rahimahullah , “ Tidak akan baik generasi akhir ummat ini kecuali jika ia mengambil pelajaran dan bercermin kepada generasi awalnya.” Mereka musuh-musuh islam, sangat takut apabila kaum muslimin kembali bercermin dan mengambil pelajaran kepada generasi sebelumnya,  3 generasi terbaik ummat ini sebagaimana yang Rasulullah Shalallahu ‘Alahi Wa sallam sabdakan : “ Sebaik-baik generasi adalah generasiku (para sahabat), kemudian generasi setelahku (Tabi’in), kemudian  generasi setelahku (Tabi’ut Tabi’iin).”
 Karena sejarah akan senantiasa terulang tapi dizona waktu, pelaku dan tempat yang berbeda. Ya hanya itu yang beda selebihnya akan sama jalan ceritanya sampai hari kiamat kelak. Subhanallah... ternyata sejarah memberikan rambu-rambu agar kita tidak memasuki lubang yang sama seperti orang-orang terdahulu dalam hal keburukan. Sejarah menasihati agar kita tidak terjebak, selain itu sejarah juga memberikan sebuah problem solvingnya bagi kita yang ingin menempuh kehidupan di dunia ini dengan sukses menuju akhirat. Selamat mengkaji sejarah... karena disitulah cerminan keberhasilanmu....!

_Resolusi_

     Menjelang akhir tahun ini setiap orang pasti memiliki resolusi, ya memang resolusi ini dianggap penting apalagi pada moment-moment saat...