Sabtu, 22 Oktober 2016

Waspadailah ! 2 PROYEK BESAR SETAN



                            
                                                Waspadailah ! 2 PROYEK BESAR SETAN



            Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, setan tidak akan pernah tinggal diam ketika para hamba-hamba Allah SWT melakukan keta’atan dan beribadah kepada-Nya.  Ia akan terus berusaha mencari temannya yang akan ia giring menuju gerbang jahannam hingga hari kiamat kelak.  Oleh karenanya setan membuat 2 proyek besar untuk ummat manusia khususnya para abdullah-abdullah yang tinggal di muka bumi ini. 2 proyek besar ini diantaranya adalah :
1.  Manusia menghadap kepada Rabb-Nya tanpa membawa amal shalih
            Syaithan akan selalu menghalang-halangi manusia yang sedang menuju  jalan Rabb_Nya, syaithon tidak akan tenang jika selama hidupnya tidak menjerumuskan manusia untuk bersama-sama memasuki gerbang jahannam. Ia tidak akan bisa tidur ketika manusia melakukan keta’atan kepada Rabb-Nya, ia juga tidak akan pernah lelah dan jemu untuk selalu menggoda manusia yang selalu berkomunikasi dengan Rabb-Nya. Itulah setan  yang Allah SWT tangguhkan usianya hingga hari kiamat tiba. Sebagaimana dalam Firman-Nya  dalam QS Al Hijr ayat 36-38 :
“ Berkata iblis: “Ya Tuhanku, (kalau begitu) maka beri tangguhlah kepadaku sampai hari (manusia)dibangkitkan (36)
Allah berfirman: “(kalau begitu) maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh (37)
Sampai hari(suatu) waktu yang telah di tentukan.
            Amal shalih merupakan hal yang sangat urgent bagi seorang mu’min, karenanya ia merupakan bekal  seseorang  yang akan menghadap kepada rabb-Nya. Karena amal shalih merupakan timbangan yang akan menentukan masuk tidaknya ia ke dalam gerbang  jannatun Nai’m yang telah Allah janjikan bagi orang-orang yang beriman dan melakukan amal shalih. Oleh karena itu setan mulai menyorot  dan menzoom  bagaimana agar  amal shalih tersebut enggan dilakukan bahkan ditinggalkan sekalipun .. Ia mengoda dan mengiming imingi manusia dengan berbagai alasan dan perkara duniawi yang tidak ada manfaatnya untuk perjalanan panjang nanti.  

2. Jika manusia beramal maka setan selalu berusaha untuk merusak amalannya.
            Ketika setan  tak mampu lagi menghalangi manusia untuk melakukan amal shalih, ia akan berusaha merusak amal shalih tersebut. Yang paling pertama ia rusak adalah niat amal shalih tersebut, karena niat berasal dari hati sedangkan hati  adalah tempat yang paling dilihat Allah SWT, sebagaimana firmannya QS Asy Syu'ara: 88-89:
  
" (yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,"

Qolbun salim merupakan makna dari hati yang selamat, selamat karena melakukan seluruh amal ibadah hanya untuk Allah semata, tidak ada yang lain. Kekhusyu’an dalam ibadah akan senantiasa ia rasakan, dan ia rindukan. Oleh kerenanya setan tidak akan tenang jika hambanya dekat dengan rabbnya dan senantiasa melaksanakan keta’atan kepadanya. Maka ia akan merusak niat hamba tersebut, setan akan berusaha mencabut kekhusyu’an dalam peribadahannya dengan seleruh perkara-perkara duniawi, sehingga kekhusyu’an tidak lagi tercipta, dan akhirnya ruh ibadah tercabut dan akan terasa sangat hambar.
            Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah... hendaknya kita selalu ingat 2 proyek besar ini... karena setan akan senantiasa berusaha untuk merusaknya, dan ia tidak ingin memasuki gerbang jahannam tanpa bala tentaranya. Oleh karena itu kita sennantiasa berlindung dengan segala amal keburukan kita. Wallahu Musta’an
                                                                                                       

   By: Naura @l_Firdausy.









LISAN YANG TAK BERTULANG




Bermula dari Hadits Rosulullah SAW : “ jagalah Lisanmu “
Lisan merupakan hal yang sangat urgent yang patut kita jaga, karena lisan menentukan apa yang berada dalam hatinya. Ibarat teko yang menumpahkan isinya lewat corongnya, begitupula lisan yang tak bertulang.. ia akan mengeluarkan apa yang ada di dalamnya. Karena itulah baginda Rosulullah Sallallahu A’laihi wa Sallam  benar-benar menekankan hingga beliau bersabda sambil memegang lisannya. Secara tidak langsung itu merupakan  penta’kidan atas kehati-hatian dalam menjaganya. Lisan merupakan salah satu  anggota tubuh yang tidak memiliki tulang, tak memiliki penguat apalagi penopang kecuali hatilah yang selalu menjaganya dan mengawasinya. Karenanya kita selalu berharap dan berdo’a agar tidak ada saudara-saudara seiman yang kita sakiti karena lisan kita. Wallahu A’lam Bis showab.

Rabu, 19 Oktober 2016

CIRI-CIRI HATI YANG KERAS




 1. Tidak erfungsinya panca indera
            Al-Qur’an tidak dapat menyucikan hati dan tidak dapat menghidupkan hati yang telah membatu, sedangkan penyebabnya adalah matinya panca indera dan tidak berjalan fungsinya.  Ibnul Jauzi berkata, “ ketika saya memperhatikan  surat Al An’am ayat : 46.
Katakanlah: "Terangkanlah kepadaku jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan serta menutup hatimu, siapakah Tuhan selain Allah yang Kuasa mengembalikannya kepadamu?" perhatikanlah bagaimana Kami berkali-kali memperlihatkan tanda-tanda kebesaran (Kami), kemudian mereka tetap berpaling (juga).
Setelah itu datanglah petunjuk yang menghindarkan saya dari kekeliruan, yaitu bahwa yang dimaksud dari ayat itu adalah pendengaran dan penglihatan itu sendiri. Dengan demikian, pendengaran itu adalah alat untuk mengetahui segala sesuatu yang dapat didengar, dan penglihatan itu adalah alat untuk mengetahui sesuatu yang dapat dilihat. Keduanya memperlihatkan segala informasi dari luar kepada hati, lalu hati pun merenungkan dan mempertimbangkannya.
2. Terhalang dari kebenaran
Ketika melanjutkan  perkataannya tentang pengaruh dosa, Ibnul Qoyyim berkata ”sebagian dari pengaruh dosa. Ibnul Qayyim berkata, “ sebagian dari pengaruh dosa adalah terhalangnya hati dari Rabb-nya dunia, sedangkan penghalang terbesar pada hari kiamat adalah seperti dalam firman Allah QS Al-Muthaffifin : 15 “sekali-kali tidak!, Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.”
Dosa-dosa telah menghalani mereka untuk melewati jarak menuju hati yang bersih, sehingga mereka tidak mampu melihat apa yang dapat diperbaiki dan menyucikan, serta apa yang merusak dan mencelakaknnya. Akibatnya, mereka tidak mampu melewati jarak antara hati mereka dengan rabb mereka, agar hati mereka dapat sampai kepada-Nya yang menjadiakn mereka beruntung denagn kedekatan dengan-Nya, dan kemuliaan dari-Nya. Demikianlah, mereka benar-benar terhalangi dari hati yang bersih dan dari pencipta mereka karena dosa-dosa yang mereka perbuat ( Al-Jawabul kafi, hlm. 83) 
Allah subhanahu wa ta’ala eberfirman dalam QS : Al- A’raf: 100 :
“......dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?”
3.Hati yang membatu, terjajah oleh dunia
            Tidak ada gunanya minuman dunia yang mans jika menyebabkan tersemat, atau tersedak di tenggorokan. Nabi ï·º bersabda : “Binasalah hamba dinar, hamba dirham, hamba pakaian, jika diberi ia rela, dan jika tidak diberi ia marah, tergelincir dan terjungkir, dan jika terkena duri ia tidak mencabutnya.” (shahih, HR. Al Bukhari dan Ibnu Majah dari Abu Hurairah, seperti dalam Shahih Jami’ Shagir no. 2962)
4. Menburuknya Fitrah
            Syeikh Islam Ibnu Taimiyah berkata ketika menggambarkan keadaan orang yang terlalu mencintai makhluk sehingga fitrahnya itu memburuk : “ suatu ketika ada seseorang yang mencintai warna hitam, sehingga iapun mencintai segala sesuatu yang berwarna hitam, hingga pada hewan anjing, hal ini merupakan contoh dari semua penyakit yang ada di hati, dalam gambaran dan keinginannya.” ( Al Fatawa Al-Kubra 10/82 cet 2, Darul Wafa 2001)
5. Senang berbuat Dosa
            Senang dengan kemaksiatan, berbangga-bangga dengannya dan mengajak orang lain kepadanya merupakan bukti kecintaan yang sangat besar pada dosa dan kebodohan serta keburukan. Akibat dari menganggap remeh terhadap takdir Allah dengan mendurhakai-Nya.
Ibnul Qayyim telah menamai ciri-ciri tersebut dengan mengatakan, “Terbenamnya hati adalah sebagaimana terbenamnya sesuatu dalam suatu wadah, ia benamkan ke tempat yang paling dalam, saat pemiliknya tidak menyadari. Adapun tanda terbenamnya adalah dia senantiasa mengelilingi hal-hal yang hina, serta perbuatan-perbuatan yang keji dan buruk.
6. Menjadi Permainan Setan
            Ingatlah selalu bahwa akal yang sehat itu terdapat pada tubuh yang sehat. Ini berarti bahwa pemberian makanan iman, dan perhatian seseorang kepada hatinya_ dengan izin Allah_ tentu akan membuahkan perbaikan pemahaman-pemahaman anda, dan menjaga agar pola pikir anda tetap berada dalam ruang syariat yang lurus dan lingkar hidayah.
            Sebaliknya, kerasnya hati dan kekeringannya, akan diikutid dengan kerusakan yang akan merusak gambarnnya tentang kebenaran. Sehingga tidak mampu membedakan yang baik dengan yang bathil dan yang sejenisnya. Perhatikanlah! Keadaan seorang pembangkang yang menjadi permainan setan. Ketika setan mempermainkan hatinya, merusak pikirannya, membalikkan pemahamannya. Pada saat itulah setan menguasainya, kesesatanpun telah mengalahkannya. Hal ini dapat kita lihat jelas pada diri pembunuh Ali bin Abi Thalib yakni musuh Allah Abdurrahman bin Muljam. Wallahu Musta’an
( di ambil dari buku " Periksalah Hati Anda!" Karya Dr. Khalid Abu Syadi)

Rabu, 31 Agustus 2016

Jadilah seperti MATAHARI



 

Karena perhatian sang suami terhadapnya terasa menurun, seorang istri yang telah tampak satu dua ubannya di kepala semakin prihatin. Kecemasan yang tak lagi tertanggungkan olehnya ditumpahkannya kepada kedua orangtuanya dengan isak tangis yang memilukan.

Ibunya yang telah sarat muatan itu berkata, 'Kalau engkau mau merebut hati suamimu dengan cara yang pernah engkau gunakan sewaktu mudamu, sudah terang tak akan membawa hasil.'

'Sebaiknya engkau mencoba belajar kepada matahari, bagaimana caranya menampilkan diri pada waktu pagi, siang dan sore dalam kondisi yang senantiasa mengagumkan, sehingga penduduk bumi ini tak pernah ada yang bosan terhadapnya!'

Hikmah di atas mengajari kita tentang nilai-nilai keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dengan memakai analogi matahari.

Matahari adalah lambang kerinduan. Kehadirannya tidak pernah membuat penduduk bumi bosan terhadapnya. Malah, kehadirannya selalu dirindukan, 'Kapan fajar esok menjelang ?'. Maka ayam pun ikut menabuh kendang pita suaranya, berkokok bersahut-sahutan. 'Alhamdulillah, fajar tiba!'. Pekiknya kegirangan. Lantas, jendela gelap peraduan pun dibuka lebarkan, menyongsong kehangatannya.

Sebaliknya dengan kepergian matahari, yang seolah menorehkan duka lara [sande' olo], 'Matahari telah tenggelam, ayo bertandang pulang,' ajak istri kepada suaminya; seru ibu kepada anak-anaknya.

Oh, betapa indah keluarga matahari. Suami selalu rindu matahari-istrinya. Istri selalu kangen suami-mataharinya. Anak-anak merasa kegelapan tanpa matahari-ayahbundanya.

Matahari selalu dirindukan karena matahari adalah lambang cinta yang membebaskan. Matahari tahu cara menampilkan diri pada waktu pagi, siang dan sore dalam kondisi yang senantiasa mengagumkan. Dipagi hari matahari membawa kehangatan, disaat penduduk bumi sedang mabuk kerinduan; disiang hari matahari menampakkan ketegarannya, disaat penduduk bumi sedang diburu nafsu
keputus-asaan; disore hari matahari menampilkan kelembutannya, di saat penduduk bumi sedang dibius keperkasaan.

Matahari seolah hendak bertutur, bahwa cinta tidak boleh lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan. Cinta tak sekedar tertumpu pada ornamen-ornamen [wajah[cantik-tampan], seksualitas atau status sosial] tetapi lupa pada esensi [ibadah, perpaduan dua insan dengan satu keunggulan dihadapkan satu kelemahan; satu kelembutan dihadapkan pada satu keperkasaan atau tugas pewarisan generasi unggul].

Itulah cinta yang membebaskan, yang tak tersekat oleh 'ruang dan waktu'. Maka cinta pembebasan matahari hendak meruntuhkan mitos bahwa istri hanya menarik dikala muda sedangkan suami hanya mempesona saat berharta-takhta. Maka belajarlah pada matahari yang pesonanya bersemangat abadi; pagi, siang dan sore selalu mempesona [muda menawan, tua juga; kaya mengagumkan, miskin juga; sehat penuh simpati, sakit juga]. 'Ah .., aku cemburu pada bangunan kesetiaan keluarga
matahari!'

Matahari selalu mengagumkan karena matahari adalah perlambang tebaran rahmat. Matahari selalu memberi dengan tidak pernah berharap. Sinarnya menebar manfaat bagi keseluruhan penjuru jagad. Lihatlah sinarnya yang konsisten menerobos seluruh ruang kehampaan; memberi pencerahan pada setiap celah kegelapan.

Belajar pada matahari berarti memberilah! jangan terlalu menuntut; bermanfaatlah, jangan menjadi mudharat; mengasihilah, jangan mencelakai. Jangan engkau tuntut suami diluar kewajarannya; jangan engkau minta istri melebihi kapasitasnya. Lebih dari itu, tebarkanlah kelebihan rizki keluargamu untuk mereka yang membutuhkannya. Jangan makan sendirian ditengah kubangan kelaparan; jangan menjadi borjuis-kapitalis--menikmati keindahan hidup sendirian--di tengah pergolakan perjuangan; jangan membangun istana diatas gubuk-gubuk kemiskinan.

Maka, matahari adalah contoh yang baik. Kepesonaannya tidak pudar oleh sinarnya yang luas.
Energinya tidak habis, justru karena ia selalu sebarkan ke semesta raya. 'Oh..., kapan aku bisa jadi matahari ?'.

Matahari bisa menjadi rahmat, mempesona dan membuat rasa rindu, karena matahari melakoni seluruh kausalitas yang diamanahkan Alloh. Ia taat pada nilai-nilai sunatullah. Matahari tidak pernah terbit dari barat. Ia istiqomah.

Maka keluarga matahari telah memberi contoh bagaimana bangunan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah. Keluarga yang taat pada nilai-nilai, istiqomah pada kebenaran, komitmen pada kausalitas pemberian Alloh.

Itulah keluarga, yang digambarkan oleh Rasulullah SAW sebagai baiti jannati [rumahku surgaku], yang oleh 'keluarga cemara' disyairkan dalam lirik puitis ini: harta yang paling berharga adalah keluarga / istana yang paling indah adalah keluarga / puisi yang paling bermakna adalah keluarga / mutiara tiada tara adalah keluarga.


Sabtu, 20 Agustus 2016

AKU YANG MENGAGUMIMU DENGAN SEDERHANA



 
Aku memang mengagumimu..........
namun aku bisa menyimpan rasa itu..
Karena wanita dapat menyembunyikan perasaannya.. ketika ia jatuh cinta..
Aku memang mencintaimu setulus hatiku.. namun.. aku tak ingin cinta kita ternodai..

 Sampai ada bingkai halal yang menemani kita..
          Aku tahu bahwa perasaan ini adalah fitrah yang Allah SWT berikan kepada makhluk teruniknya.. makhluk lemah dengan segenap kelebihannya.. makhluk yang mendahulukan perasaan dibandingkan logikanya..
Tak apalah.. aku mengagumi dari kejauhan.. dan aku berharap dalam do’aku.. bahwa kaulah penggenap tulang rusukku..
Luruskanlah aku ketika aku menyimpang dari arah tujuan ..
Genggamlah aku dengan segenap jiwa ragamu.. meski aku tahu bahwa seorang istri adalah milik suaminya.. dan seorang suami akan tetap menjadi milik ibunya selamanya...
Peluklah aku disaat rasa takut mengguncang jiwa ini..
Hiburlah aku.. kala kesedihan menghampiri kehidupanku.
Gemuruh dadaku membuncah rindu..
Dibalik. Dinding-dinding penjara suci ini ku mengadu..
Mecurahkan seluruh isi hatiku...
          Aku memang mengagumimu.. namun kekagumanku padamu tak mengurangi rasa cintaku kepada Rabb ku..
Terkadang aku bingung dengan perasaanku sendiri..
Terkadang aku membohongi perasaan aku sendiri..
Tapi.. kebohongan itu justru menjadikan aku semakin percaya.. bahwa rasa ini akan terus tumbuh.....
Aku berharap akulah yang mendampingi bahtera hidupmu.. dan berlayar hingga ke dermaga.. menatap masa depan dengan indah...
Merajut impian.... dan merealisasikan tujuan...
Dermaga dengan tujuan akhir yaitu syurga Al firdausy...
                        By : Aku yang mengagumimu dengan sederhana




_Resolusi_

     Menjelang akhir tahun ini setiap orang pasti memiliki resolusi, ya memang resolusi ini dianggap penting apalagi pada moment-moment saat...