Rabu, 11 Oktober 2017

CHANGE THE WORLD




            Setiap manusia pasti mempunyai cita-cita ingin mengubah dunia, terlebih para kawala muda yang memiliki jiwa yang mengebu-ngebu, mempunyai semangat yang tinggi, namun belum bisa memperkirakan sejauh mana kemampuannya. Jiwanya hanya berfikir, yang penting saya melakukan begini, yang penting saya melakukan begitu, hanya bisa berfikir lebih dan lebih namun sedikit sekali dalam memandang inti dari perubahan dunia ini.
            Kala melihat kondisi dunia tidak seperti yang diharapkan, ingin rasanya mengubah dubia seperti apa yang diharapkan. Ya, berfikir seperti itu tentu sangatlah bagus. Ia memiliki jiwa optimis yang tinggi, namun terkadang kita tidak menyadari bahwa ketika kita ingin merubah dunia, berarti kita harus mau merubah diri sendiri. Mengapa? Karena jika kita mengubah diri kita sendiri kemudian kita mengajak juga orang lain untuk sama-sama berubah, niscaya duniapun akan berubah. Bukankah kita ini hidup dalam sebuah komunitas? Dan komunitas itu merupakan gabungan dari berbagai komponen-komponen masyarakat dunia? Maka, hal yang terbaik untuk merubah dunia di mulai dari merubah diri kita sendiri. Sebab, jika kita sendiri merubah dunia niscaya kita tidak akan mampu hingga akhir hayat kita.
            Ketika kita merubah diri kita sendiri, dan orang-orangpun termotivasi dan terinspirasi dari hal-hal yang kita lakukan, berarti pada hakikatnya kita perlahan-lahan mengubah dunia. Jangan terlalu berfikir yang terlalu jauh dan tidak mungkin dapat kita gapai. Namun, berfikirlah sederhana sesuai yang sanggup kita lakukan. Buktikan pada orang-orang disekitarmu bahwa kamu mampu untuk merubah dirimu sendiri, buktikan dengan perbuatan bukan hanya dengan ucapan. Sebab, semua orang bisa berucap apa saja seolah-olah ia mampu merubah dunia, namun pada hakikatnya ia tak mampu berbuat apa-apa. Maka selaraskanlah uucapanmu dengan perbuatanmu. KEEP CHANGE THE WORLD ! (Hasna Amatillah)

YOU ARE SPECIALIST




            Kita adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan keistimewaan masing-masing.  Keistimewaan yang menghantarkan kita untuk menjadi diri kita sendiri. Kita akan dikenal dengan keistimewaan yang kita miliki, lebih tepatnya akan dibutuhkan dengan kespesialisan dibidang kita masing-masing. Semakin kita faham tentang diri kita, maka kita semakin tahu apa-apa yang kita butuhkan dan perlu untuk dikembangkan. Bukankah seiring bertambahnya usia kita harus semakin menjadi lebih baik? Ya, tentu, dari tutur bicara kita, dari sikap kita, dan yang paling penting adalah pola fikir kita.
            Tak perlu berkecil hati kala melihat orang lain dengan kelebihan yang mereka miliki. Tapi jadikanlah mereka-mereka yang telah menemukan kespesialisannya menjadi cambuk bagi kita untuk terus menekuni keistimewaan yang Allah amanahkan pada kita. Justru hadirnya mereka-mereka semakin menjadikan kita lebih bersyukur tentang diri kita. Karena ketika kita bersyukur Allah akan menambah lebih dari apa-apa yang kita punya.
            Kita adalah orang-orang yang spesial dengan apa-apa yang kita miliki, kita adalah orang-orang yang harus memberikan manfaat pada sesama dengan bidangnya masing-masing, kita bisa memberikan apa saja yang kita punya karena KITA ADALAH SPESIAL DENGAN BIDANGNYA MASING-MASING. ( Hasna Amatillah)

Selasa, 10 Oktober 2017

THE WINNER NEVER QUIET


Menjadi juara berarti kiat siap beraksi, tak ada kata untuk berdiam diri hanya memandang hasil karya orang lain. Terlebih hanya menikmatinya, sungguh itu bukanlah jiwa seorang juara. Kau tahu, apa sikap menajadi seorang juara? Menjadi juara bukanlah hanya memandang keberhasilan seseorang dengan apa-apa yang tampak diluarnya, namun ia memandang jauh kebelakang  ada proses  luar biasa yang harus ia perjuangkan dan hadapi. Ibarat kerang membuat mutiara, betapa perihnya ia harus menempa setiap air liurnya dengan butiran-butiran kasar yang harus ia proses agar menjadi mutiara yang bernilai tinggi, mutiara yang setiap orang mencarinya.
Menjadi juara buakanlah hal yang instant, karena semua hal yang instant tidak menjamin menjadikan kita sebagai juara.  Sebab, jiwa juara adalah hasil didikan dari pahitnya sebuah proses. Siapa saja yang tidak mau menikmati proses, maka jangan berharap untuk menjadi seorang juara.
Seorang juara tak pernah diam? Lalu apa maksudnya? Ya, bukankah air yang bagus adalah air yang senantiasa mengalir? Air yang tangguh menjalani terpaan-terpaan di setiap jalannya? Itulah juara, ia tidak akan pernah bisa tinggal diam. Ia perlu menjelajahi bumi Allah yang lain untuk terus belajar dan belajar. Bukankah para ulama’ terdahulu hidupnya hanya bermusafir dari suatu negri ke negri lainnya? Itulah jiwa-jiwa para juara, ia kan gigh mencari hal-hal yang akan menjadikan kehidupan ini menjadi lebih baik, hal-hal yang akan membuat generasi kedepannya menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.
Seorang juara yang hidupnya penuh mengabdi kepada Allah untuk menebarkan kemanfaatan kepada seluruh manusia. bukankah sebaik-baik diantara kita adalah orang yang paling bermanfaat kepada sesamanya? Itulah mengapa, THE WINNER NEVER QUIET. (Hasna Amatillah)

A SENSE OF COMMUNITY




kamu tahu... ada banyak hal didunia ini yang sangat mengagumkan.. terlebih keberadaan kita sebagai seorang muslimah.... ada banyak anugerah yang patut kita syukuri, ada banyak peristiwa yang patut kita hargai...
kau tahu.. langkah perubahan adalah dimulai dari diri kita sendiri, namun tak dapat dipungkiri bahwa ketika kita melakukan perubahan, kita membutuhkan komunitas. Ya, karena sebuah komunitaslah yang akan menjaga kestabilan perubahan kita, dan yang akan mendukung setiap langkah-langkah kita bersama demi menggapai cita yang satu tujuan. Ketika kita sudah berada dalam suatu komunitas, maka sudah selayaknya kita mengesampingkan kepentingan pribadi demi tercapainya kepentingan bersama.
Komunitas adalah hal yang sangat penting untuk melakukan pembaharuan hidup, sebab pembaharuan tak akan pernah tercipta oleh seorang diri. Sebab, Rosulllah Shallallahu ‘alaihi Wassalalam juga membutuhkan komunitas untuk mendukung tegaknya Dienul Islam Rahmatan Lil ‘Alamiin. Beliau juga membutuhkan sahabat-sahabat yang mendukung jalan perjuangannya. Sebab cahaya akan selalu butuh orang-orang yang membantu menyebarkan sinarnya ke seluruh penjuru negri, hingga sampai puncak kemilau cahaya Islam berada diposisi paling atas diantara agama-agama dan kekuasaan yang lain. (Hasna Amatillah)

WHO AM I ?



            Aku adalah seorang gadis biasa, yang dilahirkan dari keluarga yang memegang teguh prinsip agama. Setiap perkembangan episode hidupku Allah menganugerahiku banyak sekali pelajaran yang dapat aku petik. Ya, sebuah episode kepahitan itu aku rasakan supaya aku tahu bahwa adanya rasa manis disebabkan adanya rasa pahit.
            Hingga.. episode remaja menuju dewasapun aku mengalaminya. Dimana aku mencari jati diriku sebenarnya. Aku berinteraksi dengan berbagai macam orang dengan jenis tipikal yang berbeda-beda, dan dengan latar belakang keluarga yang berbeda-beda pula. Pergaulan inilah yang menantangku untuk membuktikan seperti apa sebenarnya jati diriku. Aku pernah mengikuti apa-apa yang temanku lakukan (tentunya hal positif) apapun itu. namun.. ternyata hal itu membuat hidupku semakin tidak nyaman. Bagaimana tidak , aku memaksakan diriku untuk menjadi orang lain. dan itu benar-benar membuat hidupku semakin kacau dan futur. Namun, bagaimanapun juga aku akan tetap bersyukur telah mengalaminya. Karena dengan pengalaman itulah aku semakin paham bagaimana perjalanan hidupku kedepan.
            Aku adalah aku, yang didik oleh abiku yang memegang teguh prinsip agama. Yang Alhamdulillah abiku selalu mengamalkan amalan-amalan sunnah. Di mata kami beliau orang yang tak pernah putus asa. Barbagai liku kehidupan beliau pernah mengalaminya. Ya,  dimata kami beliau adalah orang yang gigih, gigih meraih apa yang dicita-citakannya. Aku semakin faham dan nyaman menjadi diriku sendiri. Justru menjadi diriku sendiri membuatku semakin mensyukuri hidup ini. dan aku semakin bahagia menjalankan semuanya. Yang terpenting hidup dan matiku hanya untuk illahi rabbi.
            Dimataku, semua prestasi dan kesuksesan tidak terlihat istimewa jika semua itu di raih karena amabisi duniawi semata. Prestasi dan kesuksesan yang tipikal seperti itu adalah sebuah kesuksesan yang rendah, batapa tidak, bukankah hidup ini untuk beramal di hari kemudian? Bukan hanya untuk di dunia yang fana ini?
            Mari kawan.. kita benahi diri kita... kita benahi hati kita... kita benahi hidup kita... sekali lagi jadilah dirimu sendiri dangan segala prinsip dan nilai-nilai yang keluargamu wariskan.. sebab itulah yang akan membuatmu lebih kuat menghadapi gelombang-gelombang kehidupan yang akan kamu hadapi. Hargailah dirimu sendiri..sebab jika kamu sendiri saja tidak menghargai dirimu sendiri, bagaimana orang lain akan menghargaimu? Fikirkanlah... masa depanmu adalah milikmu sendiri, orang lain tidak berhak mengatur msa depanmu apalagi merebutnya. Bergantunglah hanya kepada Allah, sebab Allah adalah tempat Kita semua bergantung. (Hasna Amatillah)

Minggu, 08 Oktober 2017

KUOTA HIDUP





            Apa yang ada di benak kita ketika di sebut nama kuota? Pasti kuota pulsa kan? Atau malah seketika langsung teringat bahwa belum membeli kuota? Begitu khawatirnya kita ketika melihat  kuota pulsa kita limit, kita akan langsung merogok uang yang kita miliki dan rela memperjuangkan untuk membelinya kan? Meskipun panas terik di siang bolong, ataupun cuaca dingin diiringi hujan.
            Lantas bagaimana dengan kuota hidup kita? Apakah kita selalu mengingatnya? Kapanpun dan dimanapun? Hemm.. rasanya banyak yang melupakan hal yang satu ini. ya.. kita seringkali lupa tentang umur kita untuk apa kita habiskan... apakah untuk hal-hal yang bermanfaat bagi hidup kita atau hidup orang lain? Apakah kita telah menebarkan kebaikan-kebaikan di bumi yang kita pijaki? Apakah.. dan apakah.. lah pertanyaan yang terus mengelayuti tentang kuota hidup kita.
            Kita tidak pernah tahu kapan kuota hidup kita akan habis.. kita lupa dan boros dalam menggunakan kuota hidup kita dengan hal-hal yang tidak bermanfaat bahkan merugikan. Untuk itu.. marilah kita gunakan kuota hidup kita dengan kebaikan. Agar kelak kita dapat mempertanggung jawabkan semuanya di hadapan Allah Subhanahu wa ta’ala. (Hasna Amatillah)

_Resolusi_

     Menjelang akhir tahun ini setiap orang pasti memiliki resolusi, ya memang resolusi ini dianggap penting apalagi pada moment-moment saat...