Jumat, 13 Oktober 2017

INDONESIA, NEGRI MILIK KITA!



Cukup sudah kau tertidur lama dalam buaian mimpi
Mimpi yang membuatmu semakin tertiur lelap
Hingga kau tak sadar kondisi di sekelilingmu
Mereka-mereka yang telah terbang jauh mendahuluimu dalam kebaikan
Cukuplah..
Simpanlah egomu itu
Sebab negri ini tak membutuhkan egomu
Demi kepentingan pribadimu
Guna merelisasikan ambisimu
Hidup adalah kesempatan untuk menebar kebaikan pada sesama
Bukan untuk saling menjatuhkan antar sesama
Hidup ini hanya sekali
Maka jangan kau persempit dengan keangkuhanmu
Bangkitlah! Teruslah berjuang untuk bersama
Menggapai satu cita milik kita bersama
Untuk terus berkontribusi pada negri ini

Negri ini adalah milik kita
Anugrah Allah untuk semua makhluk-Nya
Dan menjadikan manusia sebagai khalifahnya
Kita semualah yang paling bertanggung jawab atas negri ini
Sebuah negri yang penuh dengan rahmat-Nya
Sebuah negri yang seperti Tanah Syurga katanya
Sebuah negri yang perlu kita bangun dan lindungi bersama-sama
Salam hangat untuk negriku Indonesiaku!
 By : Hasna Amatillah

QALBUN SALIIM

Banyak orang yang sangat memperhatikan keindahan raga, namun ia lupa bahwa yang kelak akan menemui Rabb Semesta Alam adalah Qalbun Salim “ hati yang bersih. Sebagai mana yang telah Allah firmankan dalam kitab-Nya :
tPöqtƒ Ÿw ßìxÿZtƒ ×A$tB Ÿwur tbqãZt/ ÇÑÑÈ   žwÎ) ô`tB tAr& ©!$# 5=ù=s)Î/ 5OŠÎ=y ÇÑÒÈ  
“(yaitu) di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna,  kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”. (QS. Asy-Syu’ara: 88-89)
            Hari ketika seluruh harta, pangkat, integritas, ketampanan, dan apapun yang ia miliki tidak akan bermanfaat baginya, keculai orang yang datang menghadap Allah dengan Hati yang Bersih. Dalam Tafsir Ibnu katsir menjelaskan : “yaitu di hari harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna”, yakni harta seseorang tidak dapat menjaga dirinya dari adzab Allah, sekalipun ia menebusnya dengan emas sepenuh bumi. “ tidak pula anak-anak”, yakni sekalipun ia menebusnya dengan seluruh penghuni bumi. Saat itu, tidak ada yang bermanfaat kecuali beriman kepada Allah, memurnikan ketundukan kepada-Nya dan membebaskan diri dari prilaku syirik dan para penganutnya. Untuk itu Dia berfirman:  “Kecuali orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih”, yaitu selamat dari kotoran dan syirik.
            Ibnu Sirin berkata: “Qalbun salim yaitu ia mengetahui bahwa Allah ‘azza wa jalla adalah haq dan sesungguhnya hari kiamattidak ragu lagi pasti akan tiba, serta Allah akan membangkitkan para penghuni kubur.” (Tafsir Ibnu Katsir terj, jld.6, hlm. 514)
            Hati yang bersih adalah syarat mendapatkan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta’ala,  tanpa hati yang bersih hidup kita tidak terjamin keselamatannya, bahkan terancam kapapun dan dimanapun kita berada. Mungkin kita tidak menyadarinya, namun Allah Ta’ala senantiasa mengawasi keberadaan kita.
            Ingatlah ...! hati adalah tempat yang dilihat Allah, bagaimanapun fisik kita, status kita, kekayanan kita, kepopuleran kita, Allah tidak akan pernah melihat hal itu. Allah hanya akan melihat hati kita dan amal shalih yang senantiasa kita kerjakan. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ((إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ)). رواه مسلم
Artinya: Dari Abu Hurairah  ia berkata, Rasulullah  bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa kalian dan harta kalian akan tetapi Dia melihat kepada hati-hati kalian dan perbuatan-perbutan kalian.” (HR. Muslim)
            Maka janganlah bersedih tatkala kita tidak dianugerahkan hal-hal duniawi, karena itu bukanlah tolak ukur penilaian Allah, yang menjadi tolak ukur adalah apa-apa yang ada dalam hati, berbahagialah... bagi kita yang mampu menjaga hatinya agar senantiasa bersih. Berbahagialah... bagi kita yang masih dikaruniakan untuk senantiasa beramal shalih. Wallahu Musta’an
           

Kamis, 12 Oktober 2017

THINKING ABOUT

     Tak pernah terfikir dalam benakku menduduki bangku kuliah, bertemu teman-teman dalam lingkaran keimanan dan naungan ukhuwah. Tak akan pernah terbayangkan pula aku akan berpisah dengan keluarga besarku demi mendapatkan ridho-Nya. ya, karena hidup dan matiku hanya Ridha Allahlah yang ku cari, tak lebih. Bagiku ketika mendapatkan ridha Allah seperti mendapatkan segalanya. Karena dengan keridhaannya hidup yang aku jalani terasa begitu mudah, ketika ada masalahpun Allah mudahkan dan memberikan jalan. Itulah kedahsyatan ridho Allah yang pernah ku rasakan.
            Aku disini sendiri, aku merindukan sosok umi yang selalu menyuapi nasi dengan lauk yang sangat sederhana ke dalam mutuku, setiap suapannya beliau selalu berpesan untuk selalu berbuat baik disekolah, berkata jujur dan menghormati guru. aku juga rindu sosoknya ketika ku pulang sekolah, beliau menyambut hangat aku dirumah, menanyakan kegiatanku disekolah sambil membawakan sepiring nasi yang menggiurkan, karena memang itu adalah moment-moment laparnya aku.  Alhamdulillah umiku memang tak bekerja diluar rumah, jadi 24 jam beliau bersama kami. Aku juga rindu ketika malam menjelang, abiku selalu menuturkan kisah-kisah menarik yang syarat akan pengajaran bagi kami. Mempraktikan suara yang sama persis dikisahnya, diakhiri dengan do’a sebelum tidur bersama-sama.
            Itulah yang aku rindu... hal yang sangat sederhana ini menjadi hal yang sangat istimewa bagiku ketika aku tumbuh dewasa seperti sekarang ini...  flashback masa kecilku adalah hal-hal yang sangat membahagiakaku di saat tugas-tugas kuliah berderet minta untuk diselesaikan. Itulah.. aku dengan kisahku...  (Hasna Amatillah)

Rabu, 11 Oktober 2017

CHANGE THE WORLD




            Setiap manusia pasti mempunyai cita-cita ingin mengubah dunia, terlebih para kawala muda yang memiliki jiwa yang mengebu-ngebu, mempunyai semangat yang tinggi, namun belum bisa memperkirakan sejauh mana kemampuannya. Jiwanya hanya berfikir, yang penting saya melakukan begini, yang penting saya melakukan begitu, hanya bisa berfikir lebih dan lebih namun sedikit sekali dalam memandang inti dari perubahan dunia ini.
            Kala melihat kondisi dunia tidak seperti yang diharapkan, ingin rasanya mengubah dubia seperti apa yang diharapkan. Ya, berfikir seperti itu tentu sangatlah bagus. Ia memiliki jiwa optimis yang tinggi, namun terkadang kita tidak menyadari bahwa ketika kita ingin merubah dunia, berarti kita harus mau merubah diri sendiri. Mengapa? Karena jika kita mengubah diri kita sendiri kemudian kita mengajak juga orang lain untuk sama-sama berubah, niscaya duniapun akan berubah. Bukankah kita ini hidup dalam sebuah komunitas? Dan komunitas itu merupakan gabungan dari berbagai komponen-komponen masyarakat dunia? Maka, hal yang terbaik untuk merubah dunia di mulai dari merubah diri kita sendiri. Sebab, jika kita sendiri merubah dunia niscaya kita tidak akan mampu hingga akhir hayat kita.
            Ketika kita merubah diri kita sendiri, dan orang-orangpun termotivasi dan terinspirasi dari hal-hal yang kita lakukan, berarti pada hakikatnya kita perlahan-lahan mengubah dunia. Jangan terlalu berfikir yang terlalu jauh dan tidak mungkin dapat kita gapai. Namun, berfikirlah sederhana sesuai yang sanggup kita lakukan. Buktikan pada orang-orang disekitarmu bahwa kamu mampu untuk merubah dirimu sendiri, buktikan dengan perbuatan bukan hanya dengan ucapan. Sebab, semua orang bisa berucap apa saja seolah-olah ia mampu merubah dunia, namun pada hakikatnya ia tak mampu berbuat apa-apa. Maka selaraskanlah uucapanmu dengan perbuatanmu. KEEP CHANGE THE WORLD ! (Hasna Amatillah)

_Resolusi_

     Menjelang akhir tahun ini setiap orang pasti memiliki resolusi, ya memang resolusi ini dianggap penting apalagi pada moment-moment saat...